hasil hitung cepat

Proses pemungutan suara dari Pemilu 2019 telah selesai dilaksanakan, kini publik sedang menunggu keputusan resmi tentang siapakah pemenang dari pemilu kali ini. Sementara banyak lembaga survei telah merilis hasil Quickcount atau Hitung Cepat menurut hasil penghitungannya masing – masing dan semuanya menempatkan capres no urut 01 sebagai pemenangnya. Tetapi menariknya, capres 02 pun tidak mau ketinggalan mengklaim kemenangan dan menolak mengakui hasil hitung cepat. Kubu 02 beralasan memiliki penghitungan sendiri yang mengatakan 62% kemenangan, walaupun hingga hari ini mereka selalu tidak berani mengungkapkan metode dan lembaga yang dilakukan untuk mengumpulkan data.

Hitung Cepat Pertama Kali di Indonesia pada pemilu 2004.

Hasil hitung cepat atau quickcount sendiri sebenarnya mulai diperkenalkan di Indonesia dalam perhelatan Pilpres 2004. Waktu itu LP3ES menjadi satu – satunya lembaga yang melakukan hitung cepat. Hasilnya sendiri ternyata sukses memprediksikan dan tidak berbeda jauh dengan keputusan akhir dari KPU. Sejak itulah kemudian, Hitung Cepat selalu menjadi barometer penting dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada. Dan sepanjang itu juga Hitung Cepat mampu menunjukan bahwa metode mereka sangat valid dan mendekati hasil akhir KPU.

Hitung Cepat sendiri kemudian dikenal sebagai istilah dari Paralel Vote Tabulation atau tabulasi suara pemilih secara paralel. Sebuah metodologi untuk mengetahui hasil pemilihan umum yang kemudian dapat digunakan untuk memprediksi hasil pemilu. Proses hitung cepat menggunakan metode sampling dalam ilmu statistika. Pengamatan dilakukan selama proses pemungutan suara yang ebrlanjut hingga perhitungan hasil pencoblosan. Hasilnya kemudian dikrimkan secara cepat dan ditabulasikan untuk diketahui hasilnya sesegera mungkin. Hitung cepat sendiri kemudian menjadi alat untuk mengawal hasil Pemilu di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia sendiri.

Hasil Hitung Cepat Dapat Dipercaya

hasil quick count 2019

Hasil Hitung Cepat sejauh ini bisa dipercaya karena menggunakan metode yang teruji secara ilmiah sehingga dapat dipertanggung jawabkan ketika ada sanggahan. hal ini dibuktikan bahwa Hitung Cepat sepanjang sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia hasilnya selalu dekat dengan hasil akhir KPU.  Dengan metodologi pengambilan sample yang akurat, margin of errornya semakin kecil sehingga dapat menggambarkan hasil nyata dari pemilu yang digelar.

Jadi, ketika ada tudingan bahwa lembaga survey merekayasa hasil Hitung Cepat, rasanya itu terlalu berlebihan. Lembaga survey yang saat ini merilis hasil Pemilu 2019 sudah berpengalaman dan terbukti memiliki reputasi yang bagus dalam menyajikan data yang akurat dan konsisten dari Pemilu – pemilu sebelumnya.