Fungsi Moisturizer dan Bagaimana Pentingnya Untuk Perawatan Kulit Wajah

Melembapkan kulit adalah prinsip perawatan kulit sederhana tapi memiliki efek yang sangat besar bagi kesehatan wajah. Tidak diragukan lagi bahwa setiap orang harus melembabkan wajah mereka. Pertanyaannya adalah seberapa sering kita harus melakukannya? Tidak semua produk sama dan ada faktor lain yang juga berperan seperti jenis kulit yang kita miliki.

Fungsi moisturizer tidak hanya terasa menyegarkan, tetapi juga dapat membantu menjaga kulit wajah kita tetap bersih, halus, dan bebas kerut di kemudian hari. Tujuan pelembab adalah untuk mencegah hilangnya air di lapisan terluar kulit kita, selain itu juga membantu mencegah kerusakan pada kulit karena berfungsi sebagai pelindung.

Manfaat Moisturizer

Moisturizer membantu kulit tetap awet muda. Area paling sensitif pada kulit yakni wajah, telinga, leher, dan dada lebih sering berganti kulit daripada area lain di tubuh. Hilangnya sel-sel kulit setiap hari membuat area ini rentan menjadi kering. Moisturizer dapat membantu kulit sensitif untuk dapat meregenarasi kulit sehingga tetap sehat.

Moisturizer juga dapat mengurangi munculnya noda di wajah. Kulit yang baru memakai moisturizer akan memiliki kilau yang sehat, karena mampu menghilangkan kotoran yang menempel. Perasaan kulit yang kencang di wajah kita setelah memakai pelembab menunjukan bahwa formulanya bekerja. Menurut penelitian orang yang kulitnya dilembabkan dengan baik akan memiliki kerutan hanya pada sebagian kecil daripada mereka yang memiliki kulit kering.

Moisturizer

Memilih Moisturizer

Pastikan untuk memilih pelembap yang cocok untuk kulit kita. Karena, jenis kulit bisa dibilang merupakan faktor terpenting saat memutuskan seberapa sering mengoleskan moisturizer! Kulit yang kering mungkin memerlukan rangkaian pelembab yang lebih sering, sedangkan kulit yang rentan noda mungkin memerlukan rutinitas yang sedikit lebih jarang. Jadi, seberapa sering Anda harus melembabkan wajah?

Saat kulit terlalu kering atau terlalu berminyak, banyak masalah kulit seperti jerawat mulai bermunculan. Jika kulit cenderung berminyak, kita sebaiknya mencari losion daripada krim, dan coba cari pelembap dengan bahan exfoliant. Kulit berminyak menampilkan kelebihan minyak di wajah, terutama di area T-zone dahi, hidung, dan dagu. Ini membuat penampilan yang menjadi berkilau. Kulit berminyak mudah tersumbat dan dapat menyebabkan noda.

Pelembab apa pun yang digunakan untuk kulit berminyak harus ringan, sehingga tidak menyebabkan pori-pori tersumbat dan memungkinkan kulit bernapas. Bentuk gel dan lotion paling cocok untuk jenis kulit berminyak. Sementara jika kulit cenderung kering, cari moisturizer yang cenderung memiliki kandungan minyak lebih tinggi. Beberapa pelembap memiliki tint atau self-tanner yang cocok dengan warna kulit apa pun.

Pentingnya Pelembab

Jika kita ingin kulit terlihat sehat, tidak cukup hanya dengan membersihkannya dengan benar. Kita juga perlu mengoleskan pelembap untuk menyempurnakannya. Kulit kita hadir dengan pelindung alami yang menjaga dari kerusakan dari luar seperti polusi lingkungan, paparan dari sinar UV, perubahan cuaca, dan banyak lagi. Usia juga menjadi faktor penting, yang pada akhirnya mengakibatkan sel-sel kulit tidak mampu menahan kandungan air sebanyak sebelumnya. Ini juga berarti kita menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan.

Secara umum tentang penggunaan pelembap adalah dengan mengoleskannya dua kali sehari yakni setiap pagi dan setiap malam. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kadar air kulit tetap konstan selama 24 jam. Di pagi hari, pelembap wajah harus dioleskan setelah serum dan toner, tetapi sebelum tabir surya dan riasan. Sementara di malam hari, pelembab dioleskan harus setelah membersihkan wajah dengan bena.

Namun yang perlu diingat, walaupun pelembab diyakini baik untuk kulit, tetapi jika digunakan secara berlebihan, kulit dapat bergantung pada pelembab dan tidak terkelupas dengan baik atau menghasilkan banyak lipid dan protein alami. Jadi tetap gunakan dengan bijak.